Sabtu, 05 Mei 2012


Cemas ? Bitch Please !!

            Pernahkah anda mengalami kecemasan karena suatu sebab tertentu ? Saya rasa jawabannya tidak akan mungkin tidak. Sebagai makhluk hidup, setiap manusia pasti memiliki masalahnya masing-masing.  Saya sangat percaya akan hal itu. Fenomena akan kecemasan ini sangat banyak dialami oleh masyarakat sehingga saya ingin membahas mengenai hal ini lebih dalam lagi.
Masalah, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti sesuatu yang harus diselesaikan. Masalah, menurut saya pribadi, terbentuk ketika individu belum menyelesaikan tugas atau kewajibannya. Contohnya ketika seorang murid SD diberikan pekerjaan rumah oleh gurunya di sekolah. Akibatnya, terjadi kecemasan dimana ekspektasi individu untuk menyelesaikan masalah tersebut masih belum terpenuhi. Seringkali individu merasakan kecemasan yang luar biasa ketika berhadapan dengan masalah. Hal ini merupakan suatu reaksi yang sangat wajar karena kecemasan ini menjadi suatu indikator bahwa individu sangat menyadari bahwa ia memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Sebenarnya, menurut saya pribadi, munculnya kecemasan ini mampu ditangkal dengan beberapa cara. Salah satu cara yang akan saya bahas dalam tulisan ini yaitu menemukan “Masalah dan Solusi yang Tepat”. Dari namanya saya rasa para pembaca sudah tidak asing lagi dengan cara ini. Namun ada hal yang membedakan apa yang akan saya bahas dengan pembahasan yang telah pembaca lihat sebelumnya.
Cara yang saya tawarkan adalah mengurangi pikiran cemas semaksimal mungkin sehingga kita bisa berpikir lebih banyak untuk menemukan solusinya.
           



  Masalah --> Punya Solusi ? --> Punya --> Tenang
                                           
                                             --> Belum Punya --> Cari Solusi --> Punya --> Tenang

Bagan 1 “Masalah-Solusi-Tenang”






Bagaimanakah cara mengurangi pikiran cemas itu ? Pertama hal yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi masalah apa yang mau diselesaikan secara detil dan jelas. Hal tersebut dilakukan agar kita mampu menentukan inti dari masalah itu sendiri sehingga solusi yang akan kita cari, temukan, dan gunakan menjadi tinggi akurasinya dan efektifitasnya. Jelaskan kepada diri anda apa masalah anda, yang membuat diri menjadi cemas.
Kedua, tanyakan kepada diri anda apakah anda sudah memiliki solusi. Jika sudah, maka anda bisa langsung melaksanakannya. Jika belum, maka anda harus terus mencari solusi yang tepat untuk mengatasi masalah anda. Pencarian ini akan menjadi jauh lebih mudah jika anda sudah mengenali diri anda sendiri dan masalah yang anda hadapi secara detail hingga mampu anda jelaskan secara gamblang. Pencarian solusi merupakan salah satu proses yang sulit, saya akui itu. Namun, proses yang akan anda lalui akan menjadi pengalaman anda yang tidak terlupakan karena merupakan sarana pembelajaran dan ajang untuk meningkatkan kualitas diri. Istilah dalam dunia video game-nya yaitu leveling. Proses ini juga yang akan membantu anda dalam mengalahkan kecemasan yang dirasakan. Kenapa ? Hal ini disebabkan oleh pikiran anda yang tidak menyediakan ruang bagi kecemasan untuk masuk karena pikiran itu sendiri sedang sibuk asyik mendalami masalah, mengenalinya dan mencari solusi yang tepat sasaran. Disinilah keunikannya, atensi manusia yang terbatas dapat menjadi “cara curang” yang bisa dimanfaatkan sebagai taktik untuk mengurangi kecemasan.
Setelah proses yang panjang, melelahkan, penuh perjuangan, namun tetap menyenangkan dan tidak terlupakan maka solusi pun akan segera ditemukan ! Yakinkan diri anda bahwa solusi ini adalah kunci untuk menyelesaikan masalah yang anda alami sehingga efeknya akan jauh lebih kuat.
Setelah solusi ditemukan, lalu apa ?
Anda bisa menarik nafas sedikit lebih lega saat solusi ditemukan. Namun jangan pernah lengah ! Karena perang sebenarnya baru saja akan dimulai, yaitu melakukan AKSI untuk mewujudkan solusi tersebut, aplikasi dari pemikiran akan solusi terhadap masalah yang dihadapi agar masalah bisa “dibasmi”.
Bagian AKSI ini menjadi salah satu hal yang penting bagi proses “pembasmian” kecemasan. Hal itu disebabkan oleh dengan AKSI yang tepat, maka masalah mampu diatasi.
Akhirnya, ketenangan pun kembali menjadi milik anda pribadi.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar